Kamis, 20 Maret 2014

WORKSHOP 2 HARI MEMULAI BISNIS PROPERTI (m-BP), CHAPTER TASIKMALAYA: 31 MEI - 1 JUNI 2014



Bisnis properti adalah bisnis sederhana, gampang dan gurih... Tidak mungkin rugi, PASTI BERLEBIH dan tidak mungkin PASTI PAS. Pasti berlebih artinya pasti selalu untung, pasti pas dalam artian tidak mungkin hanya balik modal saja. Bagaimana Memulainya ? Nah bagi yang tinggal disekitar Tasikmalaya-Garut-Ciamis dan sekitarnya dan tertarik ada niatan untuk memulai menekuni bisnis properti bisa bergabung di Workshop 2 Hari dengan tema "Memulai Bisnis Properti (MBP)" di Tasikmalaya. Tepatnya di Hotel Mangkubumi Indah. Cocok untuk Anda yang:
1. Tidak memiliki ide dan konsep, tapi ingin memulai bisnis properti
2. Memiliki ide dan konsep, tapi bingung mencari tanah atau modal untuk memulai bisnis properti
3. Tidak memiliki modal dan atau tanah, tapi memiliki hasrat kuat untuk memulai dan nyemplung ke dunia bisnis properti, tapi masih bingung mulai dari mana
4. Memiliki tanah tidak produktif tapi bingung mau dibuat bisnis properti seperti apa
5. Memiliki uang berlebih untuk modal tapi bingung diinvestasikan di bisnis properti apa
6. Ingin tambah berkembang pesat maju di bisnis properti
7. Ingin sukses jadi pengusaha properti atau karyawan yang jadi pengusaha properti sukses serta kaya melalui Bisnis Properti

Salam properti and see u at the MBP workshop !

Rabu, 26 Februari 2014

PENGELURAN vs PEMASUKAN DALAM DUNIA PROPERTY

Apakah item2 yang akan menmjadi pos pengeluaran dalam memulai bisnis perumahan. Saya akan share item2 tersebut terdiri dari:
1. Biaya pembebasan lahan (komisi perantara kalau ada)
2. Biaya Legalitas induk (AJB, sertifikat, pajak, dll)
3. Biaya pematangan lahan dan utilitas barang (bedeng)
4. Biaya Arsitek untuk merancang konsep dan design perumahan
5. Biaya promosi (media masa, internet, baligo, spanduk dkk)
7. Biaya pengurusan perijinan lokasi yang akan dijadikan perumahan
8. Biaya pembuatan jalan kavling
9. Biaya pembuatan drainase saluran air kotor
10. Biaya sumur bor atau PDAM
11. Biaya Penerangan (PLN): gardu listrik, tiang, kabel, PJU
12. Biaya Pembuatan pagar kompleks/kavling
13. Biaya Pembuatan pintu gerbang (gate)
14. Biaya pembuatan mushola atau mesjid atau sarana ibadah
15. Biaya pembuatan arena bermain anak, fasilitas olah raga, dll
16. Biaya pembuatan taman/lahan terbuka
17. Biaya gaji karyawan dan adminstrasi lainnya
18. Biaya kosntruksi rumah / unit yang akan dibangun
19. Biaya split sertfikat induk menjadi kavling2 (Ukur, AJB, SHM, BBN)
20. Biaya tidak terduga, dll

Yang harus diperhatikan adalah komponen biaya tak terduga. Biar tidak pusing kepala, harus selalu tersedia uang dingin (tiis) supaya kalau ada biaya yang timbul diluar item2 di atas, kita bisa handle dengan nikmat...hehehe..
Ingat ! bisnis property adalah bisnis smart, artinya pengeluaran di atas tidak mesti semua tersedia, tapi harus diakali (positif yaaahh konotasinya, hehe). Diakali bagaimana supaya dengan modal yang pas-pasan tetapi bisa running... Efektif, efsien dan buka networking seluas2nya. Jangan menutup diri yah, sering2 silaturhami. Insya Allah ada jalan. Tentu jangan lupa berdo'a... 

Loh lantas pemasukan developer dari mana? nah pemasukannya bisa dari:
1. Hasil penjulan unit
2. DP (down payement)
3. Booking Fee
4. Kavling strategis/hook
5. Menaikan harga
6. Dll.

Sepintas item2 pengeluaran lebih banyak dari pada item2 pemasukan. Memang benar. Tetapi percayalah jika semua berjalan smooth dan lancar, maka walau item pengeluaran lebih banyak dari pada item pemasukan, Insya Allah tidak akan negatif. Pasti hasilnya akan positif terus, bahkan positif berlipat, hehehe.... Tidak mungkin PASTI PAS, tapi selalu akan PASTI BERLEBIH !
Ingat teori semut (duka) dan gajah (suka) yah...yang saya tulis di bawah blog ini....

Enjoy your dream and be action !

Selasa, 25 Februari 2014

CARA MENJADI DEVELOPER PROPERTY


Foto : Perumahan Talun Green Residence, Jln. Raya Salawu-Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat


CARA MENJADI DEVELOPER PROPERTY

Menarik untuk disimak artikel di bawah ini. Saya ambil dari sumber: http://www.bankmandiri.info/2012/10/cara-menjadi-developer-perumahan.html


Pengembang perumahan adalah salah satu cara cepat membiakkan kekayaan.Dalam 10 tahun terakhir sebagian kalangan menengah kota mengalami peningkatan kekayaan yang signifikan. Indikasinya bisa dilihat dari pembentukan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) khusus wajib pajak (WP) besar orang pribadi akhir tahun lalu. Selain untuk mengejar kewajiban pajak para pengusaha yang selama ini membayar pajak jauh di bawah semestinya, KPP khusus itu juga untuk menjaring WP baru yang meningkat kekayaannya. 

Kekayaan kalangan menengah itu bisa berbiak cepat antara lain karena mereka bermain di properti atau menjadi pengembang perumahan. Tidak hanya sebagai pembeli tapi juga pengembang perumahan (developer). Baik pengembang perumahan pasif (hanya menyetor modal atau investor) maupun pengembang perumahan aktif (menyetor modal dan terlibat dalam pengembangan). Yang terakhir ini bisa sendiri atau bermitra dengan pengembang perumahan yang sudah berpengalaman.
Bisnis pengembang perumahan (properti) memang menjanjikan keuntungan menggiurkan. “Rata-rata margin bersihnya 20 persen dari harga rumah,” kata Miftah Sunandar, Direktur Utama PT Miftah Putra Mandiri, pengembang perumahan menengah bawah, menengah dan menengah atas di Depok dan Bandung (Jawa Barat) serta Jakarta Selatan. Angka yang mirip disebutkan Ghofar Rozaq Nazila, Direktur Utama PT Relife Realty, pengembang perumahan menengah dan menengah atas di Depok dan Jakarta Timur. Jangan heran kendati relatif baru di bisnis pengembang perumahan, kedua developer muda itu sudah bisa membukukan penjualan hampir Rp100 miliar tahun lalu.

Berani memulai sebagai Pengembang Perumahan
Anda tertarik mengikuti langkah mereka sebagai pengembang perumahan? Punya pengetahuan di bidang konstruksi atau arsitektur sangat membantu. Ghofar yang lulusan arsitektur UI misalnya, memulai langkahnya dengan menawarkan jasa design and build untuk rumah tinggal pribadi sebelum berlanjut menjadi pengembang perumahan. Tapi, syarat itu tidak mutlak. Asal berani memulai, punya komitmen, konsisten, mau belajar, memiliki modal awal dan tidak tamak, semua orang bisa berhasil dalam bisnis sebagai pengembang perumahan.
Lihat saja seorang pengembang perumahan – Miftah. Semula ia pemilik toko bahan bangunan di Depok, Jawa Barat. Dari interaksi dengan pemborong ia belajar seluk beluk sebagai pengembang perumahan, mekanisme pembiayaan dan pasarnya. “Dari situ saya merasa bisa juga jadi pengembang perumahan,” katanya. Lain lagi Ashari, dokter pemilik Klinik Tawakal, Tangerang-Provinsi Banten, yang mengembangkan sejumlah perumahan sederhana di Tangerang, Bogor dan Karawang.
Ia terinspirasi menjadi pengembang perumahan (developer) saat melihat sebuah perumahan tetap laku, kendati lokasinya jauh dari jalan utama; bangunan, infrastruktur, dan penataan lingkungannya tidak bagus. “Padahal, saya punya tanah 10 ha di Rajeg, Tangerang, lokasinya lebih bagus. Kalau saya kembangkan juga, saya yakin akan lebih sukses,“ katanya. Karena sama sekali tak punya pengalaman sebagai pengembang perumahan maka ia mengajak profesional untuk membantu mengembangkan tanah itu.

Pengembang Perumahan Skala mungil
Kecuali Ashari seorang pengembang perumahan yang skala pengembangannya langsung cukup besar (10 ha) karena menerima tanah itu sebagai pelunasan utang, para pengembang perumahan lain memulai dengan pengembangan berskala mungil (di bawah 3000 m2) dengan jumlah rumah kurang dari 10 unit. Meski menggiurkan untungnya mereka sadar properti adalah bisnis padat modal. Jadi, mereka tidak mau serakah.
Sebagai pengembang perumahan dengan berskala mini risiko bisa diminimalisir, proses perolehan tanah dan perizinannya juga tidak ruwet. Di Jakarta misalnya, pengembangan di lahan 5.000 m2 ke bawah tidak perlu izin lokasi atau SIPPT, cukup IMB layaknya rumah pribadi. Karena bersifat pribadi kita juga tak usah mendirikan badan usaha untuk mengembangkannya.
Analisis RAB (rencana anggaran biaya) bangunan dan mencari pemborongnya juga tidak sulit. Saat dijual sertifikat rumah bisa langsung hak milik dan tidak dikenai PPN (untuk rumah di bawah 300 m2). Lokasi tanah pengembang perumahan biasanya juga di dalam kota yang mudah dicapai dari pusat kegiatan dan fasilitas publik kendati di jalan-jalan kecil. Dengan berbagai kelebihan itu pemasaran rumah pun menjadi lebih mudah.
Pada tahap awal modal sebagai pengembang perumahan sepenuhnya dari kantong sendiri, terutama untuk pembebasan dan pematangan tanah, legalitas, perizinan, biaya operasional dan gaji. Sedangkan pembangunan infrastruktur dan rumah bisa dibiayai dari uang muka konsumen, ditambah cicilan berikutnya atau pencairan dana kredit pemilikan rumah (KPR) yang didapat konsumen. Beberapa upaya lain bisa dilakukan untuk menghemat biaya.
Ghofar contohnya, sebagai seorang pengembang perumahan. Karena punya keahlian mendesain ia tidak perlu membayar biaya desain. Ia juga berupaya merundingkan pembayaran tanah secara bertahap, atau mengajak pemilik tanah bermitra mengembangkan tanahnya. Sementara Miftah, karena memiliki toko bahan bangunan, tahu bagaimana mendapatkan suplai bahan bangunan dengan biaya murah.

Pengembang perumahan rumah sederhana dan menengah
Supaya pengembang perumahan cepat laku mereka memasarkan tipe rumah yang sesuai dengan daya beli target pasarnya. Target pasar pun dipilih yang sudah dikenal baik karakteristiknya. Misalnya, Ghofar dan Miftah yang sudah lama tinggal di Depok, paham karakteristik penduduknya: kalangan menengah muslim urban yang bekerja sebagai profesional dan karyawan. Berdasarkan hal itu keduanya menawarkan rumah-rumah kecil dan sedang dengan desain bangunan dan lingkungan sesuai selera kalangan tersebut.
Pemasaran pengembang perumahan juga ditangani sendiri pada mulanya, dengan mendatangi kerabat, relasi, kenalan, bekas dosen selain memasang iklan kecil di surat kabar dan internet. “Waktu resepsi pernikahan adik yang kebetulan bekerja di perusahaan oil and gas, saya membawa brosur,” kata Ghofar memberi contoh. Respon pasar sangat menggembirakan. Sementara Ashari, karena tanahnya cukup luas dan berlokasi di pinggiran, mengembangkannya sebagai rumah sederhana (RS). “Karena pasarnya paling besar dan dapat subsidi dari pemerintah. Jadi, pasti laku. Di mana lagi orang bisa beli RS kalau bukan di luar Jakarta,“ katanya. Ia menjajakan rumahnya secara kolektif kepada para pegawai pabrik dan instansi pemerintah di sekitar lokasi. Bank dengan senang hati mendukung KPR-nya karena biaya handling-nya lebih murah.
Menurut Yudi Soebarjadi, Direktur Utama pengembang perumahan PT Bina Samaktha, developer sejumlah perumahan di Jabodetabek dan sekitarnya, properti adalah bisnis yang tidak  akan merugi selama dikelola dengan benar. “Semua orang butuh rumah. Jadi, mana bisa rugi?” katanya. Supaya cepat laku ia menyarankan developer pemula mengasah sense of marketing dengan antara lain mencoba menempatkan diri sebagai konsumen. Lakukan juga pengamatan dan riset kecil-kecilan untuk memahami tren dan selera pasar.
“Dengan cara itu kita tahu apa yang dimaui pasar dan mampu bersaing. Kita juga bisa menawarkan rumah yang lebih baik dibanding pengembang perumahan sekelas di sekitarnya,” jelasnya. Penting juga bertindak terukur, tidak terburu nafsu ingin cepat besar dan kaya. “Kalau kesusu bisa terjadi cross cash flow (arus kas silang antar-proyek) yang membuat semua proyek mandek,” ujar Ghofar.
Keberhasilan pertama sebagai pengembang perumahan akan menumbuhkan rasa percaya diri dan pengalaman. Dari pengalaman itu kita bisa memperbaiki efisiensi pengembangan berikutnya. Bahkan, pembiayaan bank sudah bisa dijajaki. Proyek selanjutnya sudah harus ditentukan sekian bulan sebelum proyek pertama berakhir. Jadi, sebagian pendapatan dari proyek pertama harus segera dibelikan lokasi baru. Supaya makin sukses jangan segan belajar terus seluk beluk real estate dan manajemennya dari buku, kursus, surat kabar, birokrat, banker dan sesama pengembang perumahan. Semua pengembang perumahan di atas melakukannya.

Melalui Proses sebagai Pengembang Perumahan
Memahami tahapan pengembang perumahan adalah salah satu cara meringankan kesulitan saat memulai jadi pengembang perumahan. Dengan pemahaman itu kita bisa membuat perencanaan dan persiapan. Beberapa tahapan bisa dilakukan simultan. Misalnya, pematangan tanah dapat dikerjakan bersamaan dengan pengurusan izin lokasi, sertifikat induk dan IMB. Tapi, ada juga tahapan yang harus dilalui dulu sebelum masuk ke tahap berikutnya. Misalnya, tidak disarankan memasarkan rumah saat pembebasan tanah masih berlangsung kendati banyak developer melakukannya. Juga, berisiko sudah menjual dan membangun padahal legalitas dan perizinan belum jelas. Berikut tahapan pengembangan sebuah perumahan tersebut (tanpa memperhitungkan proses pendirian badan usaha bila pengembangan dilakukan badan usaha):
  1. Survei lokasi. Cari lokasi dengan akses relatif baik ke pusat kegiatan dan fasilitas publik. Untuk perumahan berskala mungil di dalam kota, lokasi di gang pun tak mengapa selagi masih bisa dilalui mobil. Lokasi pengembangan perumahan yang terlalu jauh dari jalan utama, pusat kegiatan dan fasilitas publik akan membuat perumahan sulit dipasarkan. Pastikan juga harga tanahnya kompetitif, cara pembayaran tidak memberatkan, dan di lokasi ada saluran pembuangan. “Yang terakhir ini wajib. Kalau nggak jelas mau membuang air ke mana, kita tidak ambil tanahnya,” kata Ghofar. Lihat juga pasarnya, apakah kalau di situ dibangun perumahan konsumen yang disasar akan meminatinya? Terakhir, sebaiknya kualitas air tanah di lokasi cukup memadai, paling tidak untuk mandi, cuci, kakus.
  2. Mencek peruntukan tanah lokasi pengembangan perumahan ke dinas tata kota setempat untuk memastikan lokasi memang bisa untuk perumahan. Perjelas juga koefisien dasar bangunan (KDB), koefisien lantai bangunan (KLB), garis sempadan jalan (GSJ) dan bangunan (GSB)-nya karena akan mempengaruhi harga jual rumah. Misalnya, kalau KDB-nya hanya 20 persen, berarti salable area (yang boleh dijual berupa tanah+bangunan) hanya 20 persen dari total lahan.
  3. Meneliti status dan sertifikat tanah, apakah hak milik, HGB, girik dan lain-lain? Tanah hak milik dan HGB jelas paling aman tapi harganya mahal. Karena itu tanah girik atau belum bersertifikat boleh dibeli karena harganya murah. “Yang penting jelas asal usulnya dan kita mau mengurus legalitasnya. Kita bisa menelusuri sejarahnya ke sekretaris desa, lurah dan camat,” kata Ashari.
  4. Mengajukan izin lokasi pengembangan perumahan ke pemda setempat untuk membebaskan tanah, membangun, mengelola dan mengalihkan kepada pihak lain (untuk pengembangan yang memerlukan izin lokasi). Tanah yang tidak butuh izin lokasi bisa langsung dibeli.
  5. Membebaskan tanah pengembangan perumahan. Pastikan bertransaksi langsung dengan pemilik tanah yang sah dan dilakukan di depan PPAT. Membeli tanah melalui lelang juga bisa jadi alternatif. “Harganya lebih murah dan clear and clean,” ujar Yudi. Hanya tanah ini harus dibayar tunai.
  6. Mengurus sertifikat induk, mematangkan tanah dan memasarkan rumah secara informal. Tanah perlu segera disertifikatkan atas nama kita atau badan usaha yang didirikan yang disebut sertifikat induk. Jasa PPAT kembali bisa digunakan karena mereka biasanya memiliki relasi yang baik dengan kantor pertanahan. Saat sertifikat induk diproses kita sudah bisa melakukan pematangan tanah dan memasarkan rumah secara informal.
  7. Mengajukan permohonan IMB induk disertai site plan (untuk perumahan yang memerlukan izin lokasi atau SIPPT). Sedangkan untuk perumahan berskala mini yang tidak perlu izin lokasi, bisa langsung mengajukan permohonan IMB disertai peta kaveling dan desain rumah. “Perizinan sebaiknya diurus sendiri supaya biaya bisa ditekan. Walaupun nembak kalau diurus sendiri kita bisa tawar-menawar. Kita juga tahu liku-likunya. Pengurusan berikutnya bisa diserahkan sama karyawan,” kata Ashari.
  8. Memasarkan rumah. Kalau site plan disetujui dan IMB induk diterbitkan, pemasaran rumah sudah bisa dimulai secara resmi dengan menarik tanda jadi dan uang muka. Begitu rumah laku kita langsung melakukan proses pemecahan sertifikat induk dan IMB induk (pada perumahan yang memiliki izin lokasi) atas nama pembeli. Sementara pembeli bisa mengajukan permohonan KPR inden ke bank untuk membiayai pembelian rumah. Masa inden (menunggu) sejak rumah dipasarkan hingga serah terima bervariasi tergantung kelas rumah. Untuk RS misalnya, hanya 3 – 4 bulan, sedangkan rumah menengah dan menengah atas antara 6 – 18 bulan.
  9. Melayani komplain selama masa retensi, yaitu masa garansi rumah yang berlangsung antara 3 – 6 bulan setelah serah terima (tergantung kebijakan setiap developer). Jadi, bila terjadi kerusakan seperti bocor, retak-retak dan lain-lain selama masa itu, pastikan Anda memperbaikinya secara profesional. (Pada edisi berikutnya akan diuraikan contoh perhitungan pengembangan sebuah rumah, dan jalan lain menjadi pengembang).
Anda Juga Bisa Jadi Pengembang Perumahan, Menjadi Investor Dulu (2)

Kita bisa menjadi pemodal dulu sebelum terjun langsung menjadi pengembang perumahan.Secara umum salable area setiap hektar (10.000 m2) tanah hanya 60 persen (6.000 m2). Sisanya 4.000 m2 untuk fasilitas umum dan sosial (fasum-fasos) seperti jalan, saluran, jaringan listrik, taman dan lain-lain. Jadi, kalau setiap rumah memiliki kaveling 100 m2, dalam satu hektar kita hanya bisa menjual 60 rumah. Itu pun tidak seluruh kaveling boleh dibangun. Ada ketentuan KDB yang membatasi luas kaveling yang boleh diperkeras. Bila KDB-nya 60 persen, luas rumah maksimal hanya 60 m2 (satu lantai).Karena itu saat menghitung biaya produksi, kita harus membebankan harga tanah keseluruhan terhadap total rumah yang bisa dijual. Kalau harga tanah Rp100 ribu/m2, ditambah biaya pematangan tanah dan pembangunan fasum-fasos, katakanlah menjadi Rp300 ribu/m2, maka investasi satu hektar tanah mencapai Rp3 miliar atau Rp50 juta/unit rumah. Katakanlah biaya perizinan pengembang perumahan dan legalitas Rp3 juta/unit, biaya konstruksi Rp2,5 juta/m2 atau Rp150 juta/unit, cost of fund selama masa konstruksi serta biaya pemasaran, operasional kantor, gaji dan lain-lain Rp6 juta/unit, maka biaya produksi sebuah rumah menjadi Rp210 juta/unit.
Kalau dari setiap rumah Anda menargetkan keuntungan 30 persen, berarti rumah tipe 60/100 itu harus dijual Rp270 juta/unit belum termasuk PPN 10 persen. Apakah rumah menengah seharga itu akan diminati konsumen di lokasi tersebut? Anda perlu mengkajinya secara seksama, termasuk membuat perbandingan dengan harga rumah sekelas yang dikembangkan pesaing di sekitarnya supaya rumah Anda terjual sesuai tenggat waktu yang direncanakan. Di sini juga pentingnya memilih lokasi pengembangan perumahan yang tepat dengan harga tanah yang rasional. ( adopsi dari http://propertycirebon.wordpress.com)
Nah. menjadi developer tentu sangatlah mudah bukan jika kita mengerti caranya dan mempunyai banyak link atau partner kerja yang bisa diajak untuk bekerjasama.

Jumat, 21 Februari 2014

SUPER MUARH + SUPER KREATIF



Super Murah + Super Keratif

Beli properti semisal jenis tanah biasanya sebagian orang identik harus strategis. Ya 100% benar jika Anda adalah seorang penikmat properti alias end user (pembeli). Tapi jika Anda adalah calon pengusaha properti yang modalnya ex-pas (exlusif pas-pasan) atau modal lidah doang, tentu Anda kurang tepat jika berpikir seperti itu. Kecuali jika Anda sudah tak terbatas modalnya, Anda boleh berpikir beli tanah mahal tidak apa masalah, asal saat jual nanti setelah di develop menjadi suatu kawasan tertentu bisa untung gedee. Dimana disaat ini Anda sudah tidak berpikir lagi modal kurang, semua melimpah. Super Mahal + Super kreatif berlaku di kondisi ini. 
Back to ex-pas ya, hehe..... Dalam kondisi ini Super Murah + Super Kreatif berlaku lagi nie. Cari-lah tanah yang sesuai dengan kantong Anda seapes-apsesnya, asumsi jika tidak mendapat hot deal dengan hal2: 
- Super Murah berarti tanah itu pasti mutlak 1000% tidak strategis mas ! saya jamin 1000% juga ya.
- Super Murah Anda harus minimal memiliki akses mobil, tidak peduli jalannya bagus atau tidak, tidak peduli masuk 4 mobil atau 1 mobil.
- Super Murah Anda harus memiliki minimal muka tanah ke jalan langsung, minimal 4 meter. Memiliki muka lebih lebar lebih bagus !
- Super Murah Anda harus memiliki kekuatan alam. Misal view bagus, air melimpah, ada sumber air, dll
- Super Murah Anda memiliki kekuatan daerah pendukung. Misal terletak di kabupaten/kecamatan pariwisata, perbisnisan, pemerintahan baru, pendidikan baru, dll..
- Super Murah Anda harus ditawar setengah harga. Misal harga per meter 200rb, maka mintalah harga pas-nya berapa harga per meternya, sebelum anda jatuhkan penawaran, sebaiknya penjual tanah terlebih dahulu yang menjatuhkan tawaran sampai 3x. Setelah tiga kali turun baru Anda menawar setengah harga ya.. hehe.... Ingat statistik saya di Lapangan menujukan bahwa calan penjual tanah bisanya menjual tahanya selalu di atas harga yang dia inginkan dengan kisaran 10-30%.
- Super Murah Anda harus selalu deal di bawah harga pasaran. Jika beli minimal sama dengan harga pasaran, saya tidak menyarankannya. Ini artinya, saat harga pasaran tanah per meter misal 150rb/m2, Anda misal deal di harga 120rb/m2. Maka saat Anda deal dan AJB, saat hari itulah Anda sudah untung 30rb. Asyik kan ! hehe.... Lanjutkan Bung..

Nah tugas sekarang bagimana supaya harga beli tanah Anda bisa untung gedee minimal 2x harga beli tanah saat dijual. Sederhana sekali koo rumusnya yaitu Anda harus Super Keratif terhadap memperlakukan tanah tesebut dengan hal2:
- Uruslah legalitasnya yang jelas jika belum mimiliki sertifikat, jika sudah ada, maka tinggal balik nama.
- Analisalah market yang akan Anda bidik dan keuntungan apa yang akan anda peroleh darinya. Berpikir konsep dengan melihat potensi market dan keuntungan haruslah terintegrasi ya... Biar tidak timpang. 
- Bikinlah jalan yang bagus sebagai akses ke tanah tersebut
- Olahlah tanah tersebut seindah mungkin, bisa di urug, di pondasi, bisa dikeliling pagar, bisa di terasering, bisa di kavling2, di bikin kolam pancing, dll
- Bikinlah drainase yang bagus didalamnya, saluran air bersih dan kotor jika ada sumber air
- Bikinlah bangunan di atasnya jika memungkinkan. Bisa dibikin villa, perumahan, wisata outbound, pariwisata, dll
- Lebih gilaaa lagi, akusisilah tanah disamping kiri kanan atau dibelakngnya yang tidak memilik muka. Saya jamin bisanya memiliki harga yang akan lebih murah dari harga beli yang memiliki muka jalan.

Semua pikiran kreatif di atas tidak mesti dilakukan semua dari awal sampai akhir, cukup tergantung situasi. Situasi strategi Anda, situasi daerah setempat tanah dan tentu situasi market (end user).

Gambar di atas adalah salah satu contoh tanah yang akan saya beli, memiliki jarak yang tidak jauh dari daerah wisata air panas dan jalan raya provinsi. Harganya super-super murah dari harga market sekitarnya. Akses ke tanah ini bisa dilalui oleh mobil berpapasan, dua mobil cukup. Tanahnya seluas 2400 m2. Tanah ini mesti diolah karena ada di bawah jalan sekitar 2-4 m. Potensi airnya melimpah serta viewnya bagus ke arah pegunungan dan hamparan sawah. Di belakngnya terdapat hamparan tanah luas, dan tidak memiliki muka. Menarik untuk diakusisi jika ada rizki di masa yang akan datang. Atau saya akan bangun sesuatu yang menarik misal villa di atas tanah ini, supaya saat saya lepas jual ke end user bisa untung gedee....Amin. hehe......

Minggu, 16 Februari 2014

MEMULAI BISNIS PROPERTY: DUKA IBARAT SEMUT, SUKA IBARAT GAJAH



Ibarat semut yang banyak, itulah  melambangkan duka saat memulai bisnis properti. Banyak sekali energi yang tersita mulai dari pikiran, mental, tenaga, waktu dan uang Anda. Yang saya sebutkan terakhir bisa diakalin bagaimana supaya dengan uang expas (exlusif pas-pasan), Anda bisa memulai bisnis ini. Nah efeknya jika Anda ng-pas di modal, maka mau tidak mau di sekitar Anda dan di tangan Anda pula akan banyak semut2 itu. Betapa tidak? mulai dari tahap mencari tanah murah dan bisa hot deal, membuat konsep, menganalisa market, mengurusn perijinan dan legalitas lainnya (sertifikat), membangun perumahan (properti) dan fasilitas umum (fasum), memasarkan units, mencari parthner toko material dan tukang murah, mencari parthner bank, notaris baik, menganalisis kompetitor, dll. Ini semua ada di tangan Anda. Belum lagi permasalahan yang muncul tiap hari mulai dari A-Z. Mustahil bisnis perumahan tidak ada masalah tiap hari. Pasti ada, dan saya pastikan itu bisa dihadapainya. Intinya harus siap mental kuat dan keluarkan keringat sampai kering, hehehe.... Ini namanya kuli keras ya? saya berpendapat: cara inilah seorang pebisnis properti jika ingin memulai bisnisnya. Kenal dan paham lapangan ! Untuk apa? jika suatu saat bisnis besar dan orang lain yang diberi mandat kepercyaan oleh Anda, maka Anda tidak akan mudah terkibuli, hehehe.... Paham teori dan konsep, paham pula real di lapangan. Hadapai semut-semut dan ambil setiap dari prilaku semut itu sebagai pelajaran dan guru berharga. Saat proyek pertama saya 50% selesai, sudah cukup bagi saya untuk belajar dan mengajarkan ilmu yang saya miliki ke team saya di lapangan. Sehingga ketika saya run proyek kedua, saya hanya tinggal berkonsep ide saja, mengarahkan team, menerima laporan dan visit berkala serta menikmatinya.

Suka-nya dimana sih? satu kalimat yang saya berikan dimana suka-nya bisnis properti yaitu "Saat rumah/unit terjual kepada konsumen, saat inilah kran rekening Anda harus dibuka selebar-lebarnya". Laku satu ibarat dapat satu gajah, laku semua ibarat dapat banyak gajah. Ini bisa menghilangkan duka yang diakibatkan dari prilaku semut-semut di atas. Menarik bukan ? mangga silahkan dicoba dan ACTION !, hehehe.....

JANGAN JATUH CINTA SAAT MAU BELI TANAH

Janga Jatuh Cinta Saat Anda Beli Tanah !

Jatuh cinta indah loooh, membuat orang bisa tersenyum tiap saat, bahkan terlena lupa segalanya di lingkungan sekitarnya. Ini bisa terjadi pada pasangan biasanya, hehe..
Jika Anda berniat jadi milyader atau jutawan di bidang properti dilarang keras Jatuh Cinta pada tanah yanga akan dibeli. Saat lihat tanah atau survey tanah yang akan hited, maka haram hukumnya jatuh cinta. Ketika Anda cinta pada tanah yang akan dibeli atau diakusisi, maka rasionalisme bisnis Anda akan terbawa emosi. Jika terbawa emosi maka Anda akan terkena demam "Sayang". 
- Sayang jika tidak segera dimiliki, takut kebeli orang
- Sayang jika tidak sesegera mungkin dibayar DP atau dilunasi 
Sudah sayang sebelum tawar menawar, ibarat kalah sebelum berperang. Ingat, dunia tidak sesempit ditempat yang Anda survey.

Resepnya adalah jangan jatuh cinta saat nego tanah sebelum deal agar bisa dapat semurah-murahnya dari harga pasaran. Rugi jika Anda beli tanah sama dengan  harga pasaran atau bahkan lebih mahal. Setelah dapat semurah2nya dan deal, usahakan dengan sistem hot deal bayarnya atau pembayaran tidak sekaligus atau pembayaran berjangka atau nyicil atau system bagi hasil jika mau segera dibisniskan kembali. Bagaimana jika tidak bisa hot deal? Yahh, yang penting dapat semurah2nya sudah Oke, hehe... Bagaimana cara bayarnya ? Yahhh, yang jelas saya tidak punya trik supaya bisa dapat gratisan 100%, hehe...

Intinya, belilah tanah yang sangat super murah (SSM). Ingat ! Buka beli tanah strategis/bagus, tetapi beli tanah sangat super murah, hehe.... Tidak peduli itu tanah jelek atau tidak, tidak peduli itu tanah strategis atau tidak. Yang penting dapat yang murah (titik). Jika jelek atau tidak strategis, yaaa tugas developer property-lah yang membuat tanah itu bagus dan strategis sehingga bisa meningkatkan nilainya berlipat2. Lezat bukan? hmmmmm,...

Satu hal lagi, saat Anda survey tanah, pasang muka Anda kurang suka akan tanah tersebut, jika Anda memiliki perasaan suka saat lihat tanah yang di survey. Cari titik lemahnya dari tanah tersebut, selipin ke obrolan dengan yang punya tanah tersebut. Misal, oh jauh sekali ya Pak dari pusat kota, wah deket tegangan listrik tinggi ya Pak, wah tanahnya ko ga ngotak ya Bu, wah ko tanahnya miring dan terjal ya Pak, wah jalan masuknya ngepas ya Pak, dll. Ini namanya seni ber "mind game" kata-kata. Tujuannya untuk apa? supaya kita bisa mendapatkan harga semurah2nya dan penjual bisa menurunkan harga yang ditawarkan serendah2nya, hehe....

Bagimana supaya dapat tanah semurah2nya dari harga market? Bagaimana belajar ilmu hot deal ? sekali lagi ini adalah urusan naluri atau insting seseorang menaksir tanah dan bagian seni bernegosiasi di bisnis property. Semakin Anda sering lihat2 tanah, semakin sering Anda berinteraksi dengan penjual-perantara tanah, maka semakin dalam pula ilmu tawar menawar dan negosiasi Anda dalam bidang ini. Intinya pengalaman lapangan dan sering diskusi sama yang ahli yaaa, hehehe....... 

Gambar di atas adalah salah satu asset saya di daerah Kabupaten Tasikmalaya seluas kurang lebih 1,5 ha (15.000 m2) dengan memiliki muka hampir dikeliling jalan kabupaten. Tanah tersebut saya beli tahun 2011 dari seseorang. Saya bisa tawar hampir setengah harga dari total harga yang dia tawarkan. Lebih murah dari pasaran, dapat pembayaran berjangka pula, terus di dalamnya ada bangunan dua unit serta ada tanmana yang bisa diuangkan....hmmmm Lezat kan? hehe.... Saat ini saya tanami tanaman rakyat (sengon dan sejenisnya). Insya Allah di tahun 2016 saya akan panen rupiah dari hasil sengon tersebut. Setelah itu saya memiliki mimpi ingin membuat Wisata Outbound - bumi perkemahan dan pasar tradisional - perumahan, dll. Menarik dan lezat bukan ? hehehe...

Tanah seluas 1.5 ha

Selasa, 11 Februari 2014

PROYEK PROPERTI: GEOPROPERTI PEPISM GROUP



Alhamdulillah dua proyek perumahan berkonsep cluster minimalis yaitu Talun Green Residence (TGR) yang berlokasi di Jalan Raya Salawu-Singaparna, Talun, Mangunreja, Tasikmalaya, Jawa Barat dan Teras Ciamis (TR) yang berlokasi di Jalan Raya Cihaurbeuti,  Sukasetia, Cihaurbeuti, Ciamis, Jawa Barat telah berjalan. Khusus untuk TGR tersedia sekitar 5 unit lagi dari total 30 unit. Sedangkan untuk TR baru akan launching diawal tahun ini. Semoga semua lancar. Amin YRA....
Untuk informasi detail kedua perumahan intu dapat diakses di:

Saya selaku salah satu pelaku bisnis property selalu akan bangga bisa membangun negeri ini, khususnya di wilayah Priangan Timur. Semoga bisa ikut memajukan laju pembangunan lokal dan meningkatkan tingkat pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Saat ini saya juga sedang merencanakan dan mengkonsep untuk menggarap proyek property yang lumayan cukup besar yaitu Villa Water Park dan Rumah Bisnis (Rubi) di daerah Garut. Kenapa Garut? karena Garut kota maju dalam ekomomi, politik rekerasi-hiburan-pariwisata dan dekat dengan Bandung-Jakarta. Konsep yang akan disajikan yaitu hunian Villa yang diintegrasikan dengan arena permaennan wahan air dengan view pegunungan naturally. Selain itu, saya juga sedang membuat konsep untuk membuat arena wisata outbound dan perkemahan di Bukit Cicurug, Singaparna, Tasikmalaya. Semoga terwujud mimpi ini. Amin...

Terakhir, saya ucapkan terima kasih kepada orang-otrang yang terlibat dalam mewujudkan mimpi saya. Keluarga, Geoproperti Pepism Group Team, dan teman-teman semuanya, serta para konsumen yang sudah memberikan kepercayaan untuk menikmati produk properti dari Geoproperti Pepism Group. Nuhun-Terima kasih. Semiga berqah buat semua. Amin YRA....

OUR TEAM






 
Saya senang bisa memiliki Team yang enegik, semangat, memiliki keinginan kuat untuk bisa maju serta naluri untuk membantu dan melayani sepenuh hati para konsumen, partner dan mitra lainnya. Semoga dari 4 orang team saya yang di atas bisa memimpin proyek secara mandiri di masing-masing tempat berbeda nantinya. Ini adalah mimpi saya untuk bisa mencetak pengusaha baru yang lahir dari pengusaha. Supaya bisa menjadi Pengusaha Super ! I love our Team.

Senin, 10 Februari 2014

DEVELOPMENT GEOLOGIST VS DEVELOPER GEOLOGIST


DEVELOPMENT GEOLOGIST VS DEVELOPER GEOLOGIST

BeTi deh alias beda tipis kedua hal di atas. Bedanya Development Geologist sebagai seorang kuli profesional yang berkarier di perushaan oil and gas, sedangkan Developer Geologist seorang geologist yang nyemplung di dunia bisnis properti. Ini saya rintis sejak Agustus 2012 dibawah nama besar Geoproperti Pepism Group.
Lahir dan besar sampai selesai pendidikan SMU di Tasikmalaya, salah satu kota termaju di selatan Pulau Jawa yang masuk ke wilayah Priangan Timur. Belajar biasa-biasa saja, nilai pas-pasan tapi hobi berorganisasi itu yang berkesan saat sekolah. Tidak jelas cita-cita saat selesai sekolah, hanya kepikiran ingin kuliah aja. Beruntung bisa lolos UMPTN dan masuk kampus Unpad, Jurusan Geologi. Lulus tepat waktu saat masih jadi Kepala Suku (Ketua) Himpunan Mahasiwa Geologi (HMG) adalah hal memberikan pengalaman berharga luar biasa. Lulus akhir tahun 2005-an dan langsung kerja di Pertamina EP, lalu ke JOB Pertamina-Talisman Energy, lalu ke BP Indonesia dan saat ini sebagai Sr. Development Geologist di PHE ONWJ. Tak teras sudah hampir 9 tahun berlalu berprofesi sebagai tukang cari-gali minyak dan gas.
Sesudah 7 tahun berkarir di perusahaan oil and gas yaitu tepatnya bulan Agustus tahun 2012 mencoba peruntungan untuk terjun langsung mencicipi guruh lezatnya bisnis properti. Kenapa ke bisnis properti ? berawal dari hobi lihat-lihat tanah, berguru ke google.com, berdiskusi dengan seorang developer properti di sekitar Jagakarsa, Jakarta, lalu bangun mimpi untuk jadi developer properti, dan action deh hingga berujung membangun perumahan di Tasikmalaya sebanyak 30 units dan di Ciamis sebanyak 17 units. Ternyata inilah dunia baruku, dunia propertiku, sehingga sekarang bisa menjadi Developer Geologist walau masih baru berumur seperti balita. Dulu berpikir saya membeli rumah ke developer, sekarang berpikir bagaimana saya menjual rumah ke konsumen.
Sebagai karyawan perminyakan dan sebagai  pengusaha properti adalah dua hal fantastis yang bisa membuat hidup makin berwarna dan bergairah. Merasakan nikmatnya punya bos dikerjaan dan menjadi bos besar di bisnis. Rumus karyawan adalah satu kali penghasilan rutin/bln tetapi pengeluarannya banyak tanpa diimbangi oleh penambhan asset (pengalamanku, hehe). Sedangkan pengusaha properti adalah beberapa kali penghasilan gede/bln dan pengeluran banyaknya disertai dengan penambahan asset plus bisa create duit lagi lebih gede dari uang yang dikelurakan itu, hehehe... Karyawan berpenghasilan rutin perbulan, pengusaha properti berpenghasilan gede tapi tidak rutin. Namun jika di total di akhir tahun, jelas jadi Developer Geologist bisa berlipat-lipat penghasilan tahunannya jika dibanding jadi Development Geologist. Ada plus minus deh dari dua-duanya. Makanya biar Plus terus saya coba geluti dua2nya. Bukan serakah loooh, tapi intinya saya harus multi-tasking, kerja smart, bisa partisi sebaik-baiknya supaya tetap bisa focus untuk dua2nya (time managment), good and be delegator dan punya mental risk taker !
Capekah ? Tidak ! Always happy, buktinya badan jadi gemuk, dompet selalu tidak kering diakhir bulan. Alhamdulillah Ya Allah atas semua nikmat dan karunia ini, semoga saya dan keluarga besar masih diberi kesehatan. Amin YRA... 


TERIMA KASIH KELUARGAKU .....
4 tahun sudah bersama istriku. Cantik, solehah, sabar dan pinter, hehe... Teruntuknya yaitu drg. Marliana Dewi Asmarai (Rani) sebagai Istri tercintaku dan anak perempuanku bernama Nadira Farhanah Mustafid (Dira) saya ucapkan terima kasih, atas segala kerelaan waktu dan pengorbanannya untuk saya selama merintis bisnis ini sampai sekarang serta mendapingi saya dalam karier. Betapa tidak, hari weekend yang seharusnya untuk milik mereka, saya kadang habiskan di lapangan, di perjalanan atau di ruang kantor pemasaran untuk berdiskusi dengan Team. Mereka berdua adalah inspirasi dan kekuatanku. Thanks Mam and Nak, I love you.